peralatan air

Tag: ferroin

Pt. Deep Blue Sejahtera

DeepBlue.id

ferroin

ferroin adalah indikator oksidasi-reduksi (redoks) yang umum digunakan dalam kimia analitik, terutama dalam titrasi yang melibatkan ion besi atau penentuan Chemical Oxygen Demand (COD).

Ferroin adalah larutan kompleks yang terbentuk antara ion besi(II) (Fe²+) dan 1,10-fenantrolin. Rumus kimianya adalah [Fe(C12H8N2)3]SO4, atau tris(1,10-fenantrolin) besi(II) sulfat. 

Prinsip Kerja

Ferroin bekerja berdasarkan perubahan keadaan oksidasi ion besinya, yang disertai dengan perubahan warna yang sangat jelas dan cepat.

Bentuk tereduksi (Ferroin): Dalam keadaan tereduksi, kompleks ini berwarna merah pekat. Ini terjadi ketika besi berada dalam keadaan oksidasi +2 (Fe²+).

Bentuk teroksidasi (Ferriin): Ketika dioksidasi, kompleks ini berubah menjadi berwarna biru pucat (atau biru). Ini terjadi ketika besi berada dalam keadaan oksidasi +3 (Fe³+).

Perubahan warna ini bersifat reversibel, membuatnya sangat cocok sebagai indikator titrasi. Potensial redoks standar untuk perubahan ini adalah sekitar +1.06 volt dalam larutan asam sulfat 1 M.

Fungsi Utama

Kegunaan utama meliputi:
–  Titrasi Redoks
– Penentuan COD: Aplikasi pentingnya adalah dalam pengujian permintaan oksigen kimia (COD) untuk analisis air limbah. Dalam pengujian ini, ferroin membantu mengidentifikasi titik akhir titrasi dengan perubahan warna yang tajam dari biru-hijau menjadi merah-cokelat.

Kelebihan

dipilih sebagai indikator karena:
– Perubahan warnanya sangat kontras dan tajam pada titik akhir titrasi.
– Reaksi perubahan warnanya sangat cepat.
– Larutannya relatif stabil dalam rentang pH yang luas (pH 3.0 hingga 9.0) dan suhu hingga 60 °C.